Lewati ke konten utama
VaginismusSupport
Pustaka Edukasi

Memahami vaginismus: apa yang sebenarnya terjadi di tubuh

Otot yang menegang tanpa disadari, lingkaran takut dan nyeri, dan mengapa kondisi ini bisa ditangani.

Dasar · 2 menit baca · 5 sumber penelitian

Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan dokter. Bila keluhanmu berat atau tidak membaik, .

Definisi singkat

Vaginismus adalah kondisi ketika otot di sekitar sepertiga luar vagina mengencang secara tidak disengaja setiap kali ada upaya penetrasi, baik hubungan seksual, tampon, jari, maupun alat pemeriksaan dokter (Ferreira & Souza 2012). Kamu tidak memerintahkan otot itu menegang. Ia bereaksi sendiri, mirip kelopak mata yang refleks menutup saat ada benda mendekat.

Dalam DSM-5, buku panduan diagnosis yang dipakai secara internasional, vaginismus dan dispareunia (nyeri saat berhubungan) digabung menjadi satu diagnosis: gangguan nyeri genito-pelvik/penetrasi (Tetik & Alkar 2021; Meana & Binik 2022). Dalam praktik, keduanya memang sering muncul bersamaan.

Gejala yang umum

  • Penetrasi terasa terhalang, seperti menabrak dinding.
  • Nyeri, perih, atau rasa terbakar saat mencoba penetrasi.
  • Rasa takut atau cemas yang kuat sebelum dan saat mencoba.
  • Tubuh ikut menegang: paha merapat, pinggul menjauh, napas tertahan.
  • Sulit memakai tampon atau menjalani pemeriksaan dalam.

Banyak orang dengan vaginismus tetap bisa merasakan gairah dan menikmati sentuhan lain. Kesulitannya ada pada penetrasi.

Primer dan sekunder

Vaginismus disebut primer (seumur hidup) bila penetrasi belum pernah berhasil sejak awal. Disebut sekunder bila sebelumnya penetrasi bisa dilakukan tanpa masalah, lalu kesulitan muncul kemudian, misalnya setelah infeksi, melahirkan, tindakan medis, atau pengalaman yang menyakitkan. Ringkasan penelitian tidak menemukan perbedaan hasil penanganan antara keduanya (Maseroli dkk. 2018).

Lingkaran takut, tegang, dan nyeri

Vaginismus sering bertahan karena sebuah lingkaran. Kamu membayangkan penetrasi akan sakit, lalu merasa takut. Rasa takut membuat otot menegang. Penetrasi pada otot yang tegang memang terasa sakit, dan pengalaman itu menguatkan rasa takut untuk percobaan berikutnya.

Itulah sebabnya kemauan saja tidak cukup, dan memaksa justru memperkuat lingkarannya. Penelitian menemukan bahwa perbaikan terjadi terutama ketika keyakinan bahwa penetrasi pasti sangat menyakitkan mulai berkurang (ter Kuile dkk. 2015). Penanganan yang baik bekerja memutus lingkaran ini dari dua sisi: tubuh dan pikiran.

Yang sering disalahpahami

  • Ini bukan kesalahanmu dan bukan penolakan terhadap pasangan.
  • Pada vaginismus, sumber kesulitannya otot yang menegang, bukan ukuran vagina. Dokter tetap akan memeriksa untuk menyingkirkan kelainan bentuk yang jarang terjadi.
  • Vaginismus dapat ditangani. Ringkasan 43 studi menemukan sekitar 79% peserta akhirnya bisa berhubungan dengan penetrasi setelah penanganan (Maseroli dkk. 2018).

Referensi

  1. Ferreira JR, Souza RP (2012). Botulinum toxin for vaginismus treatment. Pharmacology. Buka sumber (tab baru)
  2. Tetik S, Yalçınkaya Alkar Ö (2021). Vaginismus, dyspareunia and abuse history: a systematic review and meta-analysis. The Journal of Sexual Medicine. Buka sumber (tab baru)
  3. Meana M, Binik YM (2022). The biopsychosocial puzzle of painful sex. Annual Review of Clinical Psychology. Buka sumber (tab baru)
  4. Maseroli E, Scavello I, Rastrelli G, dkk. (2018). Outcome of medical and psychosexual interventions for vaginismus: a systematic review and meta-analysis. The Journal of Sexual Medicine. Buka sumber (tab baru)
  5. ter Kuile MM, Melles RJ, Tuijnman-Raasveld CC, dkk. (2015). Therapist-aided exposure for women with lifelong vaginismus: mediators of treatment outcome. The Journal of Sexual Medicine. Buka sumber (tab baru)

Butuh pendampingan langsung?

Klinik bisa membantu menyusun penanganan yang sesuai kondisimu.

Cek mandiri

Artikel lain