Lewati ke konten utama
VaginismusSupport
Pustaka Edukasi

Vaginismus dan rencana punya anak

Pilihan yang bisa dibicarakan dengan dokter bila kamu dan pasangan ingin hamil, walau penetrasi belum berhasil.

Kehamilan · 1 menit baca · 2 sumber penelitian

Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan dokter. Bila keluhanmu berat atau tidak membaik, .

Kekhawatiran yang sering muncul

Bagi banyak pasangan yang baru menikah, vaginismus terasa makin berat karena ada harapan untuk segera punya anak. Satu studi dari klinik fertilitas di India menyebut pernikahan yang belum bisa berhubungan dengan penetrasi menyumbang sekitar 5% pasangan di klinik fertilitas. Pada 55 pasangan yang mereka teliti, vaginismus menjadi penyebab pada 67% (Banerjee & Singla 2017).

Menangani vaginismus lebih dulu

Pada sebagian pasangan, kehamilan tercapai setelah vaginismus ditangani. Dalam studi di Arab Saudi, 77,8% pasangan yang memiliki masalah kesuburan akhirnya hamil setelah program edukasi seks dan desensitisasi bertahap (Muammar dkk. 2015).

Pilihan lain yang bisa dibicarakan

Kehamilan tidak selalu harus menunggu penetrasi berhasil. Ada metode inseminasi, yaitu memasukkan sperma ke vagina atau rahim tanpa hubungan seksual.

Satu studi di India melaporkan inseminasi intravagina yang dilakukan pasangan di rumah menghasilkan kehamilan pada 69% pasien di kelompok usia 20 sampai 33 tahun, 43% di kelompok usia 33 sampai 36 tahun, dan 25% di kelompok usia di atas 36 tahun, setelah enam siklus (Banerjee & Singla 2017).

Metode yang cocok, termasuk inseminasi di klinik, perlu dibicarakan dengan dokter kandungan karena bergantung pada usia, kondisi kesehatan, dan hasil pemeriksaan kalian berdua.

Usia dan waktu

Studi yang sama menunjukkan peluang hamil menurun seiring usia (Banerjee & Singla 2017). Bila usiamu sudah di atas 35 tahun atau kalian sudah lama mencoba, sebaiknya konsultasi lebih awal untuk membahas pilihan yang ada.

Kehamilan dan persalinan

Banyak yang khawatir tentang pemeriksaan selama kehamilan dan persalinan. Ceritakan kondisimu ke dokter kandungan sejak awal, agar pemeriksaan bisa direncanakan dengan cara yang membuatmu lebih nyaman.

Referensi

  1. Banerjee K, Singla B (2017). Pregnancy outcome of home intravaginal insemination in couples with unconsummated marriage. Journal of Human Reproductive Sciences. Buka sumber (tab baru)
  2. Muammar T, McWalter P, Alkhenizan A, dkk. (2015). Management of vaginal penetration phobia in Arab women: a retrospective study. Annals of Saudi Medicine. Buka sumber (tab baru)

Butuh pendampingan langsung?

Klinik bisa membantu menyusun penanganan yang sesuai kondisimu.

Cek mandiri

Artikel lain